jump to navigation

KBB targetkan bebas buta aksara 2013 Desember 29, 2011

Posted by smpn3cipongkor in Uncategorized.
Tags:
trackback

LEMBANG (6/9) – Masih banyaknya masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang masih belum bisa membaca, menulis menghitung (Calistung) dan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat menargetkan bebas buta aksara pada 2013 mendatang.

Berdasar sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat, pada tahun 2008 silam sekitar 17.586 orang warga Bandung Barat usia 10 sampai tidak terbatas masih mengalami buta aksara. Dan hingga tahun 2011, baru sekitar 9800 orang saja yang bisa terbebas dari buta aksara melalui program pendidikan non formal pada sekitar 50 pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) yang berada ditengah-tengah masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat, Tedja Sukmana, dari jumlah masyarakat yang mengalami buta aksara tersebut, sisanya sebanyak 7786 orang diharapkan bisa segera teratasi pada tahun 2012.

“Jadi, dengan perhitungan dan usaha yang kami lakukan, ditargetkan pada 2013 mendatang Kabupaten Bandung Barat bisa terbebas dari buta aksara. Dan seluruh masyarakat bisa mengenal huruf dan angka dalam hal ini membaca menulis dan menghitung serta penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” ujar teja Sukmana ketika memberikan laporan pada pembukaan Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional (KF) tingkat Kabupaten Bandung Barat 2011 di Lembang, Kamis (6/10).

Dan pada tahun 2011 ini ditargetkan sedikitnya 2000 orang masyarakat Kabupaten Bandung Barat bisa terbebas dari buta aksara dengan proses belajar yang dilakukan di 30 PKBM dari 50 PKBM yang ada.

Kepala Disdikpora Kabupaten Bandung Barat, Dra. Agustin Piryantin menyebutkan bahwa pelatihan bagi para tutor KF yang datang dari 15 kecamatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta komunikasi para tutor dalam melaksanakan tugasnya sehingga minat masyarakat untuk mengikuti KBM bisa lebih meningkat.

Sementara itu, Bupati bandung Barat, H. Abubakar mengatakan bahwa pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi indikator kemajuan suatu bangsa melalui pendidikan, kesehatan dan daya beli.

“Pasalnya tidak mudah untuk mengajak masyarakat belajar. Jadi para tutor harus bisa memotivasi  masyarakat untuk tetap mau belajar. Mengingat pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat dalam menghadapi persaingan yang makin ketat,” jelas Abubakar dalam sambutannya.

Dengan demikian, terwujudnya masyarakat yang berkualitas  dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya bisa terlaksana secepatnya. Karena, apapun cara dan alasannya pendidikan harus bisa mencapai semua lapisan masyarakat. (**)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: